Salah satu implementasi dari pilar pendidikan tercermin dari kerjasama Meratus Line dengan Yayasan Indonesia Heritage Foundation (IHF) pada bulan April 2011. Bersama dengan IHF yang kerap menyelenggarakan program-program pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, Meratus berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program tersebut dengan mendanai pembukaan Taman Kanak-Kanak (TK) Alternatif / Semai Benih Bangsa (SBB) di tiga lokasi, yaitu Samarinda, Palu dan Makassar.
Launching pertama TK Alternatif / SBB di Samarinda berlangsung pada bulan Desember 2011. Berdasarkan hasil survei tim IHF dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan setempat, terpilihlah TK Hidayah yang bertempat di Jalan Mulawarman, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Ilir, dengan jumlah 82 murid.

Siswa-siswi TK SBB Samarinda sedang menikmati fasilitas taman bermainDalam program ini, PT Meratus Line mengirim para guru ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan mengenai pendidikan karakter. Para guru dibekali dengan berbagai macam keahlian dan wawasan tentang bagaimana mendidik anak usia dini agar dapat tumbuh menjadi anak yang berkarakter baik, kreatif, cerdas dan pekerja keras.
Suasana kelas di TK SBB Samarinda
Meratus Volunteer Club / MVC (berkaos merah) menghadiri launching TK SBB SamarindaPada kesempatan ini, para orang tua siswa SBB TK Hidayah Samarinda mengaku puas dan menilai positif program pendidikan ini. Mereka juga berharap akan banyak lagi sekolah yang mendapat Pelatihan Holistik Berbasis Karakter (PHBK), sehingga banyak TK lainnya juga ikut menerapkan model PHBK ini.
Testimoni

Nama orang tua siswa : Ibu Lili, nama anak : Revaldo Christoper – TK B
Perubahan di dalam diri anak saya memang benar-benar terjadi, terutama setelah adanya pendidikan karakter yang diterapkan di TK Hidayah. Saya sendiri dulu TK-nya di TK Hidayah, anak pertama, kedua, ketiga dan terakhir semua TK-nya di TK Hidayah ini. Terlihat sekali perbedaannya setelah PT. Meratus Line mengirim guru-guru TK Hidayah ke Jakarta. Cara guru mengajar menjadi lebih baik, misalnya cara mengajarkan anak membaca, mewarnai dan menggambar. Dalam hal sopan santun, anak saya terlihat lebih sopan dibandingkan dengan anak teman saya yang bersekolah di TK lain. Sekarang saya sudah merasa puas dengan sistem pembelajaran ini. Lebih herannya lagi, anak saya sekarang bisa membaca. Di sini tidak diajarkan mengeja, tetapi langsung dengan tulisan. Anak diajak langsung menulis sendiri. Terima kasih banyak atas pendidikan karakter yang sudah diberikan pada anak saya.
Nama orang tua siswa : Ibu Winda, nama siswa : Maudi Puspa Adisti – TK B
Walaupun pendidikan karakter baru satu bulan dilaksanakan di TK Hidayah, ternyata sudah terlihat perubahan pada karakter anak saya. Misalnya, cara berbicara Maudi yang kini terdengar lebih sopan. Saat melewati orang tua, Maudi mengucapkan kata “permisi” sembari sedikit menundukkan badannya. Selain itu, saat pulang sekolah, setibanya di rumah Maudi mengucapkan salam, yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Saya akui pendidikan di TK Hidayah memang berkualitas.
Conclusion:
Meratus’s commitment to fund the founding of an Alternative Kindergarten Semai Benih Bangsa in Samarinda, Palu, and Makassar is one of the innovative and creative realizations of Corporate Social Responsibility. This educational program is oriented to student’s character-building.